Senin, 29 April 2013

Ingin Langsing? Perbanyak Tidur!

Tidur. Setiap orang pasti menyukai aktivitas yang satu ini. Umumnya, manusia akan menghabiskan sepertiga umurnya untuk tidur. Tidur merupakan aktivitas yang memungkinkan tubuh melakukan proses pemulihan setelah beraktivitas seharian.
Ingin-Langsing-Perbanyak-Tidur
Tak hanya itu, tidur cukup juga memiliki manfaat lain yang didambakan orang-orang dengan kelebihan berat badan, yaitu membantu menurunkan berat badan. Bagaimana bisa?

Kurang Tidur penyebab Naiknya Berat Badan

Sebuah studi yang dilakukan University of Chicago and University of Wisconsin menjelaskan bahwa orang yang kurang tidur lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan, bahkan saat orang tersebut melakukan diet sekali pun.
Hubungan antara tidur dan berat badan telah diketahui sejak beberapa tahun silam. Pada penelitian terdahulu disebutkan bahwa orang yang tidak mendapatkan tidur cukup di malam hari akan cenderung ngemil makanan tak sehat di pagi hari.
Namun, dalam penelitian terkini, para peneliti mengungkap bahwa kurang tidur lebih mempengaruhi tingkat Basal Metabolic Rate (BMR) seseorang. Basal Metabolic Rate merupakan kebutuhan kalori minimal yang dibutuhkan untuk tetap hidup pada saat kondisi tubuh sedang beristirahat dan tidak beraktivitas. Kurang tidur dapat mengakibatkan gangguan metabolisme tubuh, yakni menurunnya proses metabolisme yang dapat menghalangi proses pembakaran lemak.
Peneliti menguji 10 orang overweight paruh baya yang rata-rata memiliki indeks massa tubuh 27.4, nilai yang berada di antara overweight dan obesitas. Pada dua kesempatan terpisah, 10 orang tersebut diharuskan untuk diet rendah kalori dan tidur selama 5 jam dan 8 jam di malam hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mendapatkan tidur cukup (8 jam di malam hari) mengalami penurunan lemak yang lebih besar saat menjalankan diet rendah kalori dariapda mereka yang kurang tidur (5 jam) di malam hari.
Lebih dari 53 persen penurunan berat badan berasal dari menurunnya kadar lemak tubuh pada mereka yang mendapatkan tidur cukup di malam hari, dan hanya 25 persen penurunan berat badan dari menurunnya lemak tubuh pada mereka yang kurang tidur.
Peneliti menganggap bahwa hal ini berhubungan dengan peningkatan kadar hormon ghrelin, hormon yang dapat meningkatkan penyimpanan lemak dalam tubuh, terutama pada mereka yang kurang tidur.
Hormon ghrelin juga dikenal sebagai hormon pemicu rasa lapar dan mendorong seseorang untuk makan melebihi porsi normal. Akibatnya, diet yang dijalankan pun akan terasa berat dan menyiksa. Bahkan, bisa membuat Anda berhenti diet karenanya.
Jadi jika Anda sedang mencoba untuk menurunkan berat badan, sebaiknya Anda mendapatkan tidur yang cukup di malam hari, juga kurangi konsumsi makanan ber indeks glikemik tinggi dan imbangi pula dengan rutinitas olahraga yang memadai.

Tidur dalam Gelap Efektif Turunkan Berat Badan

Peneliti juga menemukan bahwa tidur dalam keadaan lampu menyala juga dapat menyebabkan berat badan bertambah. Kesimpulan ini didapat setelah peneliti mengetahui bahwa lebih dari 60 persen pelaku diet tidak bisa mendapatkan tidur berkualitas karena lampu kamar yang terus menyala. Cahaya lampu dapat menghalangi tubuh memproduksi zat melatonin.
Selain membantu meningkatkan kualitas tidur Anda, melatonin merupakan antioksidan murni yang melindungi tubuh dari ancaman radikal bebas berbahaya. Melatonin memiliki kelebihan untuk menyebar lebih mudah ke seluruh sel-sel syaraf tubuh, sehingga membantu memperbaiki sel-sel syaraf tubuh lebih cepat. Oleh karena itu, untuk mendapatkan tidur berkualitas sebaiknya matikan lampu kamar saat Anda tidur. Selain hemat energi, Anda pun bisa turun berat badan lebih cepat.
Peneliti juga mengingatkan Anda yang gemar begadang tiap malam. Terlalu sering begadang baik menonton televisi atau bermain komputer bisa meningkatkan risiko obesitas. Seiring tubuh tetap terjaga dan aktif semalaman, maka otak akan merseponnya dengan memberikan sinyal lapar dan rasa ingin ngemil yang bisa mengakibatkan berat badan semakin bertambah.
Para peneliti menyarankan, bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan sebaiknya tidur lebih awal dan kurangi kebiasaan menonton televisi dan bermain komputer menjelang tidur. Dan jangan lupa untuk mematikan lampu kamar, agar Anda mendapatkan tidur berkualitas dan sukses menurunkan berat badan.
 

Tetap Lapar Meski Sudah Makan? Inilah 5 Penyebabnya!

Lapar merupakan alarm alami bahwa tubuh kita membutuhkan makanan. Tubuh memerlukan makan sebagai bahan bakar untuk beraktivitas. Makan merupakan rutinitas yang tidak boleh Anda lewatkan apapun kondisinya, baik saat Anda berdiet, sibuk dengan pekerjaan dan sebagainya.
Tetap Lapar Meski Sudah Makan? Inilah 5 Penyebabnya!
Makan memungkinkan tubuh tercukupi kebutuhan nutrisinya. Nutrisi dari makanan diperlukan tubuh untuk tumbuh berkembang dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Saat makan, Anda bisa mendapatkan berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang dapat melindungi tubuh Anda dari serangan penyakit. Nah, yang menjadi pertanyaannya adalah, pernahkah Anda mengalami lapar sesaat setelah Anda makan? Jika pernah, Anda tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang wajar.
Berikut 5 hal yang dapat membuat Anda lapar setelah makan
  1. Tidak Mengonsumsi Sayuran
    Usahakan tetap memasukkan sayuran dalam setiap menu masakan Anda. Sayuran banyak mengandung folat yang baik untuk mengatasi kelelahan, depresi, dan kelebihan berat badan. Sayuran hijau juga tinggi vitamin K, yaitu bertugas mengatur insulin untuk membantu mencegah rasa lapar setelah makan.
  2. Dehidrasi
    Saat kekurangan cairan tubuh akan mengirimkan sinyal lapar, sama halnya saat tubuh butuh makanan. Jika Anda merasa lapar padahal baru saja makan cobalah minum banyak air, bisa jadi itu bukan lapar tapi kekurangan cairan.
  3. Terlalu Banyak Minum Soda
    Minuman bersoda, es teh, dan semua minuman yang bercitarasa manis merupakan sumber fruktosa tinggi. Sebuah penelitian dari University of California menyatakan bahwa fruktosa dapat mengelabui otak untuk makan lebih banyak lagi, bahkan saat Anda sudah kenyang. Fruktosa menghambat kemampuan tubuh untuk menggunakan leptin, yaitu hormon yang memberitahu bahwa perut Anda sudah kenyang.
  4. Gangguan Visual
    Tidak jarang pula saat Anda selesai makan, Anda melihat makanan tertentu yang mengundang selera. Hal inilah yang merangsang otak Anda untuk memunculkan kembali rasa lapar, padahal sebenarnya perut Anda sudah kenyang.
  5. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Kalengan
    Sebagian besar makanan kalengan banyak mengandung bahan kimia seperti bisphenol-A, ataupun BPA. Zat kimia ini dapat menyebabkan leptin menjadi abnormal sehingga memicu rasa lapar datang terus-menerus, yang pada akhirnya membuat berat badan Anda bertambah.
Bagi Anda yang sedang diet, memang dianjurkan untuk makan lebih sering, tapi dalam porsi yang lebih kecil. Namun, jika Anda menuruti rasa lapar dengan makan terlalu banyak, maka bersiap-siaplah untuk menambah ukuran baju Anda. Oleh karena itu, dengan memahami 5 penyebab lapar setelah makan diharapkan Anda bisa mengurangi asupan kalori tubuh Anda untuk diet yang lebih sehat.
 

Bakar 100 Kalori bisa Turunkan 6 kg Berat Badan!

Mencapai berat badan ideal tidaklah sesulit yang Anda bayangkan. Rahasianya terletak pada seberapa konsisten Anda melakukan perubahan kecil yang sehat dalam hidup Anda. Perubahan kecil inilah yang akan membawa kebiasaan baru dan dapat membantu Anda dalam meraih berat badan ideal.
Bakar-100-Kalori-bisa-Turunkan-6-kg-Berat-Badan!
Tidak peduli berapa banyak target Anda menurunkan berat badan, semua program diet sehat memiliki prinsip dasar yang sama, yaitu mulai dengan perlahan, temukan momentum yang tepat, dan konsisten menjalaninya.

Buat Perubahan Besar dengan Kurangi 100 Kalori per hari!

Orang-orang dengan kelebihan berat badan biasanya mengasup terlalu banyak kalori dalam makanan yang mereka konsumsi, sehingga kalori yang tidak terpakai akan disimpan menjadi lemak dan menambah berat badan.
Bahkan, saat tubuh hanya kelebihan kalori sebanyak 20 kalori saja maka berat badan bisa bertambah 1 kilogram dalam setahun. Dan sebaliknya, jika Anda bisa mengurangi asupan kalori sebanyak 20 kalori saja setiap hari, maka dalam setahun Anda bisa menurunkan berat badan sebanyak 1 kg.
Nah, sekarang kita akan bermain matematika sederhana. Menurut weightloss.com, setengah kilogram lemak tubuh kurang lebih setara dengan 3.500 kalori. Jadi, untuk menurunkan setengah kilogram berat badan dalam waktu satu bulan, yang perlu Anda lakukan adalah memotong kurang lebih 100 kalori perhari.
Mungkin Anda akan mengatakan bahwa cara ini terlalu lama dan hanya membuang waktu karena berat badan Anda hanya turun sekitar 6 kilogram dalam setahun. Tapi perlu diingat, penelitian telah membuktikan bahwa orang-orang yang menurunkan berat badan secara perlahan lebih konsisten dalam menjalankan program dietnya daripada mereka yang lebih memilih program diet instan.
Selain memangkas kalori dari makanan, ada cara lain untuk memaksimalkan program penurunan berat badan Anda, yaitu dengan meningkatkan aktivitas fisik harian Anda. Misalnya, untuk membakar kelebihan 250 kalori, Anda bisa jalan kaki selama 30 menit setiap hari. Jika Anda konsisten melakukannya, bukan tidak mungkin Anda berhasil menurunkan berat badan sebanyak 16 kilogram dalam setahun. Mudah sekali bukan?
Berikut 10 perubahan kecil yang bisa Anda lakukan untuk memotong 100 kalori harian demi mencapai berat badan ideal.
  • Makan 2 telur rebus daripada 2 telur goreng
  • Pilih 1 buah jeruk atau 1 buah apel daripada ‘ngemil’ biskuit
  • Sertakan buah saat sarapan agar kenyang lebih lama
  • Bagi separuh kantong keripik kentang kesukaan Anda bersama teman
  • Perbanyak minum air putih daripada minum yang manis-manis
  • Jika Anda terbiasa makan di luar, kurangi kebiasaan Anda hingga setengahnya. Makanan di luar terkadang tinggi gula, lemak, dan zat aditif berbahaya
  • Selalu sertakan sayuran di setiap waktu makan
  • Rajin-rajinlah membersihkan rumah seperti menyapu dan mengepel lantai
  • Jalan kaki 30 menit setelah bangun tidur
  • Bersepeda 20 menit setiap hari
Tujuan utama dari apa yang kita bahas di sini adalah untuk membuat perubahan kecil dalam hidup yang bisa kita jalankan secara terus-menerus demi mencapai berat badan ideal. Selamat mencoba!
 

Sudah Pakai Pembakar Lemak, Berat Badan Tak Mau Turun?

Fat burner atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan pembakar lemak, menjadi pilihan utama bagi sebagian orang yang ingin menurunkan berat badan dengan cepat.
Sudah-Pakai-Pembakar-Lemak,-Berat-Badan-Tak-Mau-Turun
Keluhan muncul ketika pembakar lemak yang Anda gunakan tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan. Bahkan, berbagai macam produk sudah Anda coba satu persatu, tapi tetap saja berat badan tidak mau turun juga. Sehingga Anda pun mulai ‘menghakimi’ merk pembakar lemak tertentu dan berhenti menggunakannya.
Sekarang coba kita analisa secara mendalam. Bayangkan tubuh Anda adalah sebuah mesin yang dilengkapi dengan sebuah saklar. Saklar tersebut berfungsi untuk ‘menimbun lemak’ dan ‘membakar lemak’. Saat tubuh Anda berlemak dan tubuh menjadi gemuk, sudah pasti saklar tersebut berada dalam posisi ‘menimbun lemak’.
Nah, agar badan Anda kembali ke berat badan ideal, caranya cuma satu, yaitu menekan saklar tersebut ke arah ‘membakar lemak’!.
Cara mengubah saklar ke arah ‘membakar lemak’ sebenarnya sangat simple dan hanya ada dua cara yang harus Anda lakukan, yaitu dengan diet dan olahraga.
Diet adalah mengatur pola makan. Bukan mengurangi waktu makan. Meningkatkan asupan protein dan mengurangi karbohidrat adalah prinsip diet yang utama. Sedangkan yang terjadi di Indonesia adalah sebaliknya. Nasinya (karbohidrat) yang banyak dan lauk (yang kadang kaya protein) malah sedikit. Ini bukanlah kebiasaan yang benar!
Selain diet, olahraga teratur juga wajib Anda jalankan untuk memaksimalkan pembakaran lemak tubuh. Latihan kardio ditambah dengan latihan beban adalah latihan terbaik untuk membantu Anda menurunkan berat badan.
Nah, sekarang kembali ke topik awal, kenapa sudah menggunakan pembakar lemak tapi berat badan tidak mau turun? Fungsi pembakar lemak adalah ‘membantu’ mempercepat proses pembakaran lemak tubuh Anda. Ketika pembakar lemak ‘membantu’ berarti asumsinya saklar tubuh Anda sudah berada dalam posisi ‘membakar lemak’, dan pembakar lemak tersebut bertugas mempercepat proses pembakaran lemak tubuh Anda.
Ironisnya, banyak orang yang menginginkan hasil diet instan, sehingga hanya mengandalkan pembakar lemak saja tanpa melakukan dua hal penting yang sangat mendasar, yaitu diet dan olahraga. Apa pun pembakar lemak yang Anda konsumsi, lemak tidak akan berkurang jika diet dan olahraga tidak Anda jalankan. Itulah sebabnya berat badan Anda tidak mau turun meski sudah mengonsumsi pembakar lemak.
Hasil serupa juga bisa terjadi jika Anda melakukan cara instan lain seperti suntik atau sedot lemak. Jika Anda tidak memahami konsep bagaimana menggunakan saklar tubuh, tidak lama setelah melakukan suntik atau sedot lemak, berat badan Anda akan kembali naik dan bisa jadi berat badan Anda akan lebih banyak dari sebelumnya.
Oleh karena itu, memahami bagaimana cara diet yang benar merupakan langkah awal menuju keberhasilan menurunkan berat badan. Semoga hal ini bisa membuka wawasan Anda agar bisa menjalani diet dengan cara yang tepat dengan tanpa menyalahkan pembakar lemak tertentu yang Anda gunakan.


5 Tahap Sukses Menurunkan Berat Badan

Anda pasti sudah memahami bahwa hasil dari diet tidak bisa dirasakan dalam waktu sehari saja. Setiap orang akan melalui tahapan dan proses tertentu sebelum mencapai keberhasilan menurunkan berat badan melalui program diet.
5-Tahapan-Menuju-Keberhasilan-Menurunkan-Berat-Badan
Ada lima tahap perubahan perilaku yang sering dialami oleh orang-orang yang berencana menurunkan berat badan. Lima tahapan ini sekaligus menjadi panduan dan peta jalan yang tepat bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan melalui penerapan gaya hidup sehat.

Tahap 1 : Pre- contemplation

Ini adalah saat di mana Anda tidak memiliki hasrat untuk melakukan perubahan sehat dalam hidup Anda. Bahkan pada fase ini Anda akan menganggap bahwa diet dan gaya hidup sehat bukanlah hal penting dalam hidup. Bagi Anda diet adalah kegiatan berlapar-lapar yang menyusahkan. Sedangkan bermalas-malasan sambil menonton tv adalah pilihan terbaik daripada berolahraga.
Kebanyakan diet yang dimulai di fase ini hanya bersifat sementara dan berujung pada kegagalan. Hal terbaik yang dapat Anda lakukan pada tahap ini adalah merenungkan kembali tujuan hidup Anda dan mendidik diri sendiri tentang pentingnya kesehatan melalui gaya hidup sehat.

Tahap 2 : Contemplation

Masuk di tahap ini Anda mungkin mulai berpikir dan merenungkan tentang pentingnya gaya hidup sehat. Anda pun mulai mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan melakukan olahraga sesekali. Jika sebelumnya Anda mengonsumsi makanan cepat saji sebanyak 5 kali dalam seminggu, kini Anda mencoba menguranginya menjadi 2 kali seminggu.
Dalam hal olahraga Anda pun mulai melakukan perubahan kecil. Jika sebelumnya Anda gemar bermalas-malasan di waktu luang, kini sesekali Anda mulai mencoba jalan kaki di sekitar komplek perumahan. Fase ini adalah saat yang tepat untuk belajar lebih dalam mengenai gaya hidup sehat, termasuk memahami bagaimana pola makan dan cara latihan yang benar.

Tahap 3 : Preparation

Pada tahap ini Anda mulai serius dalam mengambil tindakan menuju hidup yang lebih sehat. Anda telah merencanakan untuk membeli bahan masakan yang sehat untuk dimasak dirumah. Anda pun telah mempelajari puluhan resep sehat dan hemat untuk menunjang diet sehat Anda.
Tak sekedar melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, kini Anda telah menyempatkan diri datang ke gym untuk mengenal berbagai peralatan di gym berikut cara menggunakannya. Referensi tentang bagaimana cara berlatih yang benar juga telah Anda pelajari dengan seksama.

Tahap 4 : Action

Di sinilah Anda benar-benar ‘take action’ setelah memiliki pengetahuan dan persiapan yang matang untuk memulai gaya hidup sehat. Langkah pertama mungkin cukup sederhana, seperti menghindari makanan berlemak, berminyak, dan berkarbohidrat tinggi serta meningkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan dan makanan berprotein tinggi.
Mulai konsisten melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging, dan gabung di gym untuk mempelajari berbagai dasar latihan beban.
Pada tahap ini sangat penting bagi Anda untuk mulai mempelajari mekanisme tubuh Anda setelah ditempa dengan pola makan sehat dan latihan rutin. Ini diperlukan agar Anda tidak kembali melakukan kebiasaan lama yang tak sehat. Bentuklah kebiasaan baru yang lebih sehat dan jadikan sebagai bagian hidup Anda dalam jangka waktu yang lama.

Stage 5 : Maintenance

Setelah Anda berhasil mencapai semua target yang Anda tentukan baik itu menurunkan berat badan atau meningkatkan kebugaran tubuh, fase yang terakhir dan terpenting adalah menjaganya. Sepanjang tahap ini Anda harus tetap konsisten dengan diet sehat dan latihan rutin yang Anda jalankan.
Bila perlu, ajak keluarga dan teman-teman Anda untuk menjalankan gaya hidup sehat seperti yang Anda lakukan. Sampaikan kepada mereka bahwa kondisi kesehatan Anda lebih baik dan berat badan Anda lebih terkontrol dengan menjalankan gaya hidup sehat.
Semakin banyak orang yang menjalankan gaya hidup sehat di sekitar Anda, semakin tinggi konsistensi Anda dalam menjalankannya.
Nah, sampai di tahap manakah Anda berada? 
 

Hindari Junk Food Agar tak Mudah Depresi

Sebuah studi terbaru yang dilansir The British Journal of Psychiatry menyatakan bahwa sering mengonsumsi makanan olahan seperti makanan cepat saji atau junkfood dapat meningkatkan risiko depresi, serangan jantung, dan kanker. Sebaliknya, bila rajin mengkonsumsi makanan sehat seperti biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan, akan memiliki manfaat yang baik untuk melindungi kesehatan tubuh.
Hindari-Junk-Food-Agar-tak-Terkena-Depresi
Peneliti dari Inggris dan Perancis meneliti 3.486 pria dan wanita dengan usia rata-rata 55 tahun. Setiap peserta di minta untuk mengisi data kuesioner seputar jenis makanan yang dikonsumsi dan berapa kali mereka mengkonsumsinya dalam sehari.
Setelah diteliti dengan berbagai variabel lain seperti usia dan jenis kelamin, para peneliti menemukan bahwa peserta yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji memiliki risiko yang lebih tinggi terserang depresi.
Makanan cepat saji memang memiliki rasa yang luar biasa nikmat. Tapi, tahukah Anda jika rasa tersebut didapatkan dari tingginya zat aditif yang terkandung dalam makanan cepat saji? Bahkan tak jarang membuat Anda ketagihan untuk terus memakannya. Tingginya zat aditif dalam makanan ini tentunya bisa berdampak pada penurunan kualitas kesehatan tubuh Anda.
Untuk itu Anda perlu memperhatikan pola makan Anda dari sekarang. Tidak dapat dipungkiri bahwa penerapan pola makan yang tepat dapat membantu Anda menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan mental Anda.
Berikut ini panduan pola makan yang baik untuk membantu tubuh tetap sehat dan terbebas dari depresi.
  1. Hindari Makanan Olahan
    Makanan olahan cenderung menggunakan zat aditif seperti gula, garam, lemak, dan penyedap rasa yang berlebihan. Kelebihan zat-zat ini dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti jantung, kanker, dan stroke. Ganti kebiasaan Anda dengan makan banyak sayur dan buah-buahan.
  2. Biasakan Sarapan
    Orang yang biasa sarapan di pagi akan lebih bertenaga sepanjang hari daripada yang tidak sarapan. Membiasakan sarapan juga dapat mencegah Anda mengonsumsi porsi makan yang terlalu besar saat makan siang.
  3. Konsumsi Camilan Sehat
    Daripada ngemil setoples keripik kentang, lebih baik Anda menggantinya dengan segenggam kacang-kacangan. Selain rendah kalori, kacang-kacangan dapat menutrisi tubuh Anda dengan kandungan protein yang lebih tinggi daripada keripik kentang. Seperti kita ketahui bahwa protein dapat membuat perut Anda kenyang lebih lama.
  4. Biasakan Membaca Label Makanan
    Jadilah konsumen yang cerdas dengan selalu membaca label kemasan makanan sebelum Anda mengonsumsinya. Penelitian menunjukkan, orang yang rajin membaca label makanan mengurangi risiko kelebihan berat badan atau obesitas.
  5. Biasakan Makan di Rumah
    Dengan makan di rumah, setidaknya Anda bisa menentukan sendiri menu sehat apa yang bisa Anda santap bersama keluarga. Sekaligus memberi pendidikan pada putra-putri Anda bagimana menerapkan pola makan sehat untuk hidup lebih sehat.
Imbangi pola makan sehat di atas dengan rajin berolahraga 3-4 kali seminggu agar kesehatan Anda sekeluarga tetap terjaga. Salam sehat.
 

10 Nutrisi Penting Pengusir Stres

Stres adalah gangguan mental yang bisa diakibatkan oleh banyak hal. Stres berdampak buruk bagi kesehatan. Selain meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh, stres juga dapat membuat konsentrasi Anda terganggu.
10-Nutrisi-Penting-Pengusir-Stres
Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi stres, salah satunya dengan mencukupi kebutuhan nutrisi harian Anda. Nutrisi apa saja yang dibutuhkan tubuh saat stres? Berikut jawabannya untuk Anda.
  1. Vitamin B Kompleks
    Kekurangan asupan Vitamin B kompleks akan memperburuk mood Anda saat mengalami kecemasan dan depresi. Vitamin ini menjaga sistem saraf agar berfungsi dengan baik, menjaga sistem pencernaan, dan produksi energi.
    Sumber Vitamin B: biji-bijian, beras merah, susu, kacang-kacangan, sayuran hijau, makanan laut, daging, telur, dan buah kering.
  2. Vitamin C
    Konsumsi Vitamin C secara teratur dapat membantu menurunkan tingkat hormon pemicu stres dalam darah dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat stres.
    Sumber Vitamin C: semua jenis buah jeruk dan buah berry, stroberi, melon, kiwi, brokoli, kubis, kol kentang, cabai, dan tomat.
  3. Magnesium
    Stres dapat menguras kadar magnesium dalam tubuh dalam jumlah besar. Kekurangan magnesium menyebabkan otot tegang dan kram. Magnesium sangat diperlukan untuk merelaksasi otot dan juga mengatasi stres akibat cedera.
    Sumber Magnesium: sereal gandum, kacang-kacangan, biji wijen, buah ara kering, dan sayuran hijau.
  4. Kalsium
    Kalsium diperlukan tubuh agar sistem saraf dan otot dapat bekerja dengan baik. Tubuh memerlukan kalsium dalam jumlah besar untuk mengatasi stres.
    Sumber Kalsium: susu skim, yogurt rendah lemak, keju, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan ikan.
  5. Zinc/Seng
    Orang yang stres biasanya memiliki kadar zinc/seng yang rendah dalam tubuhnya. Zinc sangat diperlukan oleh tubuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memerangi infeksi.
    Sumber Zinc: kerang, daging merah, kacang-kacangan, biji bunga matahari, kuning telur, susu, dan gandum.
  6. Tembaga
    Tembaga sangat bermanfaat untuk melindungi sistem kekebalan tubuh pada saat Anda terkena stres.
    Sumber Tembaga: Daging, tiram, kacang-kacangan, polong-polongan, dan gandum.
  7. Potasium
    Potasium membantu agar sistem saraf tetap berfungsi dengan baik selama stres.
    Sumber Potasium: susu rendah lemak, pisang, buah plum kering, dan kismis.
  8. Kromium
    Kromium berguna untuk mengontrol tingkat kolesterol dalam darah dan membantu melindungi jantung serta melancarkan sirkulasi darah.
    Sumber kromium: jamur dan kacang-kacangan, seperti kenari, kacang tanah, kacang mede, almon, dan sebagainya.
  9. Besi
    Zat besi sangat penting untuk memproduksi hemoglobin dalam sel darah merah. Zat besi akan membawa oksigen ke seluruh tubuh, untuk mengatasi rasa lelah dan membantu pernafasan tetap stabil.
    Sumber Zat besi: kedelai, buncis, kerang-kerangan, buah peach, sayuran berwarna hijau tua, daging-dagingan, dan lain-lain.
  10. Selenium
    Selenium berfungsi untuk melindungi sistem kekebalan tubuh dan membantunya memproduksi dan mengatur berbagai jenis hormon seperti hormon tiroid.
    Sumber Selenium: kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan kacang polong, ayam tanpa kulit, susu rendah lemak, ikan, udang, kepiting, dan sarden.
10 nutrisi di atas merupakan nutrisi yang ampuh untuk mengatasi stres, jadi pastikan Anda mengkonsumsi vitamin dan mineral ini dalam jumlah yang tepat. Jangan lupa untuk berolahraga dan memulai gaya hidup sehat untuk mengatasi stres yang berkepanjangan.